Kamis, 20 Desember 2012

Kita Prototype Tuhan


MANUSIA dan TUHAN
   Saat ini sudah makin marak keberadaan kelompok-kelompok sekulerisme, dan atheisme, entah apa penyebabnya ? dan seringkali yang dijadikan alasan adalah hilangnya kepercayaan dan keimanan mereka pada tuhan adalah beberapa pertanyaan seperti "kenapa kalian percaya pada tuhan" lalu pertanyaan akan berlanjut "kenapa kamu percaya tuhan sementara kamu belum pernah melihatnya" dan pertanyaan ini akan terus berlanjut semakin panjang dan semakin panjang tanpa menemukan titik temu. dan seringkali orang yang memberi pertanyaan ini ternyata adalah orang-orang cerdas nan jenius yang selalu ingin menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari aktualisasi dirinya atau kemungkinan kedua dia adalah orang-orang yang benar-benar tidak tahu atau anggap saja tidak mampu menyaring informasi dengan baik.
    sebagai pribadi yang beragama tentunya pertanyaan seperti ini bukanlah hal yang menyesatkan malah pertanyaan seperti inilah yang palik menarik untuk dikaji sebagai pembentuk benteng keimanan yang tebal, dan dalam berbagai prosesi pengaderan yang saya ikuti tidak jarang pertanyaan tersebut dijadikan bahan kajian yang mengusik penalaran kita.
    ini jawaban yang saya dapatkan dari 2 prosesi pengaderan yang saya ikuti difakultas saya :
1. "jika kita tidak mampu melogikakan TUHAN, apakah kita          harus  meniadakan TUHAN" (kanda Fahmi.FSI).
ini adalah jawaban yang bisa anda hubungkan dengan pemikiran salah 1 penulis favorit saya (Fahd Jibran) yang mengatakan bahwa "pertanyaan manusia tentang TUHAN tidak akan pernah habis karena ketidakmampuan dan keterbatasan akal manusia untuk menerima TUHAN, jika TUHAN kita ibaratkan sebagai bola basket (meski kita tahu TUHAN jauh lebih besar daripada itu), lalu akal pemikiran manusia kita ibaratkan seperti bola ping-pong, nah pertanyaannya apakah bisa kebesaran TUHAN yang kita ibaratkan sebagai bola basket bisa masuk secara keseluruhan ke-dalam akal pemikiran manusia" ?? silahkan anda tarik sendiri kesimpulan dari jawaban ini !
2. "saya percaya tuhan walaupun saya tidak pernah melihat tuhan, semua karena saya memiliki panca indera" (kanda Kelvin.Psikogenesis). memang tak mampu kita pungkiri semua kembali kepada pikiran kita yang merupakan sumber pengolahan dari segala informasi yang diterima melalui indera kemudian dikeluarkan lagi-lagi melalui indera inilah yang kita sebut dengan pemikiran, ini mengingatkan saya pada teori salah seorang Filsuf berkebangsaan Yunani bernama Descartes "cogito ergo sum" (saya berpikir maka saya ada) lagi-lagi semuanya kembali pada pikiran anda, bagaimana anda memgolah informasi yang anda terima melalui indera. sekarang kita hubungkan antara pemikiran dan TUHAN, kenapa TUHAN memberi keistimewaan kepada manusia berupa akal pemikiran padahal karena keistimewaan yang TUHAN berikan itulah Tuhan sering ditiadakan oleh manusia. karena memang TUHAN menciptakan kita kemudian menurunkan kita ke BUMI adalah untuk menjadi TUHAN di Dunia, kita manusia adalah prototype yang TUHAN Ciptakan untuk memberi gambaran tentang diri-Nya dan sebagai bukti keberadaan-Nya, kita adalah bagian dari rutinitas Tuhan, dan apa yang kita hasilkan dan kita kerjakan adalah perpanjangan tangan dari TUHAN itu sendiri.
    maka berhentilah mempertanyakan TUHAN hanya karena keterbatasan indera dan akal pemikiran kita menerima TUHAN. berhentilah memaksakan kehendak untuk melihat TUHAN atau mendengar Suara-Nya karena Tuhan ada pada setiap apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.
  cukup sampai disini mungkin saya membahas tentang TUHAN, berhentilah mempertanyakan tentang TUHAN, walau Tuhan senang dengan pertanyaan tentang-Nya, jangan sampai anda kehilangan keyakinanan pada Tuhan karena terlalu sering mempertanyakannya.
"Tuhan Tolong jangan hukum aku karena kekhilafan yang ku-lakukan, karena jika kau hukum aku karena kekhilafanku maka apa bedanya kau dengan diriku" ??

#PEACE  TUHAN....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar