MANUSIA dan TUHAN
Saat ini sudah makin marak keberadaan kelompok-kelompok sekulerisme,
dan atheisme, entah apa penyebabnya ? dan seringkali yang dijadikan
alasan adalah hilangnya kepercayaan dan keimanan mereka pada tuhan
adalah beberapa pertanyaan seperti "kenapa kalian percaya pada tuhan"
lalu pertanyaan akan berlanjut "kenapa kamu percaya tuhan sementara kamu
belum pernah melihatnya" dan pertanyaan ini akan terus berlanjut
semakin panjang dan semakin panjang tanpa menemukan titik temu. dan
seringkali orang yang memberi pertanyaan ini ternyata adalah orang-orang
cerdas nan jenius yang selalu ingin menunjukkan eksistensinya sebagai
bagian dari aktualisasi dirinya atau kemungkinan kedua dia adalah
orang-orang yang benar-benar tidak tahu atau anggap saja tidak mampu
menyaring informasi dengan baik.
sebagai pribadi yang beragama tentunya pertanyaan seperti ini
bukanlah hal yang menyesatkan malah pertanyaan seperti inilah yang palik
menarik untuk dikaji sebagai pembentuk benteng keimanan yang tebal, dan
dalam berbagai prosesi pengaderan yang saya ikuti tidak jarang
pertanyaan tersebut dijadikan bahan kajian yang mengusik penalaran kita.
ini jawaban yang saya dapatkan dari 2 prosesi pengaderan yang saya ikuti difakultas saya :
ini jawaban yang saya dapatkan dari 2 prosesi pengaderan yang saya ikuti difakultas saya :
1. "jika kita tidak mampu melogikakan TUHAN, apakah kita harus meniadakan TUHAN" (kanda Fahmi.FSI).
ini
adalah jawaban yang bisa anda hubungkan dengan pemikiran salah 1
penulis favorit saya (Fahd Jibran) yang mengatakan bahwa "pertanyaan
manusia tentang TUHAN tidak akan pernah habis karena ketidakmampuan dan
keterbatasan akal manusia untuk menerima TUHAN, jika TUHAN kita
ibaratkan sebagai bola basket (meski kita tahu TUHAN jauh lebih besar
daripada itu), lalu akal pemikiran manusia kita ibaratkan seperti bola
ping-pong, nah pertanyaannya apakah bisa kebesaran TUHAN yang kita
ibaratkan sebagai bola basket bisa masuk secara keseluruhan ke-dalam
akal pemikiran manusia" ?? silahkan anda tarik sendiri kesimpulan dari
jawaban ini !
2.
"saya percaya tuhan walaupun saya tidak pernah melihat tuhan, semua
karena saya memiliki panca indera" (kanda Kelvin.Psikogenesis). memang
tak mampu kita pungkiri semua kembali kepada pikiran kita yang merupakan
sumber pengolahan dari segala informasi yang diterima melalui indera
kemudian dikeluarkan lagi-lagi melalui indera inilah yang kita sebut
dengan pemikiran, ini mengingatkan saya pada teori salah seorang Filsuf
berkebangsaan Yunani bernama Descartes "cogito ergo sum" (saya berpikir
maka saya ada) lagi-lagi semuanya kembali pada pikiran anda, bagaimana
anda memgolah informasi yang anda terima melalui indera. sekarang kita
hubungkan antara pemikiran dan TUHAN, kenapa TUHAN memberi keistimewaan
kepada manusia berupa akal pemikiran padahal karena keistimewaan yang
TUHAN berikan itulah Tuhan sering ditiadakan oleh manusia. karena memang
TUHAN menciptakan kita kemudian menurunkan kita ke BUMI adalah untuk
menjadi TUHAN di Dunia, kita manusia adalah prototype yang TUHAN
Ciptakan untuk memberi gambaran tentang diri-Nya dan sebagai bukti
keberadaan-Nya, kita adalah bagian dari rutinitas Tuhan, dan apa yang
kita hasilkan dan kita kerjakan adalah perpanjangan tangan dari TUHAN
itu sendiri.
maka berhentilah mempertanyakan TUHAN hanya karena keterbatasan indera dan akal pemikiran kita menerima TUHAN. berhentilah memaksakan kehendak untuk melihat TUHAN atau mendengar Suara-Nya karena Tuhan ada pada setiap apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.
maka berhentilah mempertanyakan TUHAN hanya karena keterbatasan indera dan akal pemikiran kita menerima TUHAN. berhentilah memaksakan kehendak untuk melihat TUHAN atau mendengar Suara-Nya karena Tuhan ada pada setiap apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.
cukup sampai disini mungkin saya membahas tentang TUHAN, berhentilah
mempertanyakan tentang TUHAN, walau Tuhan senang dengan pertanyaan
tentang-Nya, jangan sampai anda kehilangan keyakinanan pada Tuhan karena
terlalu sering mempertanyakannya.
"Tuhan
Tolong jangan hukum aku karena kekhilafan yang ku-lakukan, karena jika
kau hukum aku karena kekhilafanku maka apa bedanya kau dengan diriku" ??
#PEACE TUHAN....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar